Kamis, 28 Maret 2013

laporan dasgron pengenalan alat dan mesin pertanian


LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM DASAR – DASAR AGRONOMI
PENGENALAN ALAT DAN MESIN PERTANIAN
Oleh:
DOMINGGOS MARTHURIA MANALU
05111001066









PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2013
I.PENDAHULUAN
A. Latar belakang
                  Kata pertanian memang sudah sangat erat di benak kita dan mungkin tanpa pertanian kita tidak bias hidup. Salah satu penunjang terjadinya pertanian adalah dengan adanya alat alat pertanian. Indonesia merupakan negara agraris yang sudah sejak dahulu menjadikan sektor pertanian sebagai penopang perekonomian negara. Sampai saat ini pun sektor pertanian masih tetap menyumbang devisa yang cukup besar bagi perekonomian negara. Bahkan pada saat Indonesia dilanda krisis ekonomi yang menghancurkan perekonomian negara, sektor pertanian melalui agribisnis dan agroindustri justru dapat terus berkembang menjadi penyelamat perekonomian negara. Namun, dengan sumber daya yang melimpah, proses perkembangan dan modernisasi sektor pertanian Indonesia berjalan sangat lambat. Salah satu indikatornya yaitu produktivitas pertanian yang cenderung menurun dan petani sebagai ujung tombaknya sebagian besar berada di bawah garis kemiskinan.
              Teknologi dalam pertanian adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan pekerjaan dan menghasilkan output yang lebih baik. Pembangunan pertanian tanpa teknologi ialah hal yang mustahil. Keduanya berjalan secara beriringan saling mengikat.
             Dalam pembangunan pertanian tentu akan sangat berbeda dalam segi kepraktisan maupun hasil tani apabila petani tersebut mengadopsi teknologi dibandingkan ia memakai cara tradisional.Teknik pertanian meliputi usaha tani (teknik penanaman, pemupukan, pengairan perlindungan tanaman secara terpadu ) dan pasca panen (pengolahan hasil pengenalan alat perontol yang dapat menekan kehilangan hasil, penyimpanan hasil pertanian yang dapat meningkatkan kualitas produk pertanian ) dan teknologi yang digunakan dalam pertanian, seperti mesin – mesin.
             Berdasarkan pernyataan diatas maka kita sebagai mahasiswa pertanian, harus mempelajari tentang teknologi pertanian ini karena negara kita Indonesia merupakan negara agraris yang sudah sejak dahulu menjadi sektor pertanian sebagai penopang dari perekonomian Indonesia.

B. Tujuan
        Praktikun ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dan manfaat dari alat dan mesin yang digunakan di dalam pertanian yang dapat membantu mempercepat, memperbaiki dan meningkatkan kwalitas dan kwantitas produk pertanian dan juga untuk menegtahuai nama-nama alat pertanian dan mesin pertanian yang digunakan oleh petani dalam melakukan proses pertanian baik sebelum panen hingga pada saat pasca panen ,karena dengan adanya alat akan mengefisisensi kerja.


II. TINJAUAN PUSTAKA
A.    Tinjauan umum
                 Alat pertanian merupakan salah satu alat yang sangat membantu petani. Maka dari itu maka diperlukanlah mekanisasi pertanian. Mekanisasi pertanian diartikan secara bervariasi oleh beberapa orang. Mekanisasi pertanian diartikan sebagai pengenalan dan penggunaan dari setiap bantuan yang bersifat mekanis untuk melangsungkan operasi pertanian. Bantuan yang bersifat mekanis tersebut termasuk semua jenis alat atau perlengkapan yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan, motor bakar, motor listrik, angin, air, dan sumber energi lainnya. Secara umum mekanisasi pertanian dapat juga diartikan sebagi penerapan ilmu teknik untuk mengembangkan, mengorganisasi, dan mengendalikan operasi di dalam produksi pertanian(Robbins,2005). 
               Ruang lingkup mekanisasi pertanian juga berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan modernisasi pertanian. Ada pula yang mengartikan bahwa pada saat ini teknologi mekanisasi yang digunakan dalam proses produksi sampai pasca panen (penanganan dan pengolahan hasil) bukan lagi hanya teknologi yang didasarkan pada energi mekanis, namun sudah mulai menggunakan teknologi elektronika atau sensor, nuklir, image processing, bahkan sampai teknologi robotik. Dan digunakan baik untuk proses produksi, pemanenan, dan penanganan atau pengolahan hasil pertanian (Mugniesyah, 2006).
              Mekanisasi pertanian dalam arti luas bertujuan untuk meningkatkan produktifitas tenaga kerja, meningkatkan produktifitas lahan, dan menurunkan ongkos produksi. Penggunaan alat dan mesin pada proses produksi dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, produktifitas, kualitas hasil, dan mengurangi beban kerja petani. Pengalaman dari negara-negara tetangga Asia menunjukkan bahwa perkembangan mekanisasi pertanian diawali dengan penataan lahan (konsolidasi lahan), keberhasilan dalam pengendalian air, masukan teknologi biologis, dan teknologi kimia. Penerapan teknologi mekanisasi pertanian yang gagal telah terjadi di Srilangka yang disebabkan kecerobohan akibat penerapan mesin-mesin impor secara langsung tanpa disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik pertaniannya. Berbeda halnya dengan Jepang yang melakukan modifikasi sesuai dengan kondisi lokal, kemudian baru memproduksi sendiri untuk digunakan oleh petani mereka ( Hamilton dkk,1996).
                Suatu hal yang paling mendasar yang masih belum diperhatikan dalam pengembangan teknologi pertanian di Indonesia hingga kini adalah kurang memadainya dukungan prasarana pertanian. Prasarana pertanian kita belum dikelola secara baik, sehingga masih agak sulit atau lambat dalam melakukan introduksi mesin-mesin pertanian (Robbins,2005).
                Pengelolaan lahan, pengaturan dan manejemen pengairan yang meliputi irigasi dan drainase, serta pembuatan jalan-jalan transportasi daerah pertanian, dan masih banyak lagi aspek lainnya yang belum disentuh secara sungguh-sungguh dan profesional.
                 Relevansinya dengan hal tersebut, beberapa hal penting yang harus dilaksanakan antara lain adalah merencanakan atau memperbaiki kondisi lahan (konsolidasi lahan). Selain itu juga mendatangkan dan mengupayakan agar prasarana dan sarana pertanian sampai dan tersedia di lapangan tepat waktu sehingga dapat mengakselerasi pencapaian visi dan misi pertanian modern (Anonim, 2011).
                   Pengembangan teknologi pertanian diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat kita umumnya dan petani khususnya. Dapat dipastikan bahwa jika teknologi pertanian yang cocok tersebut telah berhasil dikembangkan dan diterapkan di negara kita, maka ketahanan pangan atau swasembada pangan pasti akan tercapai sehingga kemandirian dalam hal ekonomi dan politik dapat kita wujudkan (Siahan,2001). 
                      Pada akhirnya kita punya modal kemandirian minimal dalam satu aspek pangan dan beberapa aspek lainnya misalnya keutuhan bangsa dan semangat untuk berkompetesi demi kemajuan bangsa yang berdaulat dan bermartabat (Siahan,2001).
                       Pembangunan pertanian akan bergerak dengan baik apabila mengandung 5 (lima) syarat pokok seperti , teknologi yang selalu berubah pasar bagi hasil –hasil usaha tani tersedianya saprotan secara local perangsang bagi petani transpotasi selain syarat pokok tersebut juga terdapat syarat pelancar yaitu pendidikan pembangunan kredit produksi, kegiatan bersama atau kelompok oleh petani perbaikan dan perluasan areal lahan perencanaan nasional pembangunan pertanian (Mugniesyah, 2006).

B.     Materi praktikum
           Alat dan mesin pertanian adalah alat atau mesin yang digunakan di dalam kegiatan budidaya pertanian sehingga dapat membantu serta mempermudah proses budidaya dan meningkatkan kwalitas dan kwantitas hasil pertanian. Alat pertanian pada umumnya masih bersifat tradisional dan umumnya digunakan oleh para petani dengan area penanaman yang tidak terlalu luas.
          Mesin pertanian adalah alat pertanian yang bersifat modern yang dapat digunakan oleh petani dan perusahaan dengan areal pertanian yang cukup luas. Mesin panen untuk pertanian adalah mesin yang digunakan untuk mengelolah lahan dari lahan primer hingga pengelolahan lahan sekunder. Adapun mesin pertanian yang dirancang khusus untuk penanaman hingga pemeliharaan tanaman yang biasa disebut dengan mesin alat tanam (Wijanto,2002).
          Traktor tangan merupakan (hand tractor) merupakan sumber penggerek dari implement (peralatan) pertanian. Biasanya traktor tangan digunakan untuk mengolah tanah. Namun sebenarnya traktor tangan ini merupakan mesin yang serba guna , karena dapat digunakan untuk tenaga penggerek implement yang lain, seperti pompa air, alat prosesing, trailer, dan lain – lain (Anonim, 2011).
         Selain kopling utama, ada dua kopling kemudi. Kopling kemudian terletak di bawah gigi persneleng, di pangkal poros kedua roda. Kopling kemudian dioperasikan melalui tunas kemudi kiri dan kanan. Apabila kopling kemudi kanan ditekan , maka putaran gigi persneleng tidak tersambung dengan poros roda kanan . Sehingga roda kanan akan berhenti , dan traktor tangan dapat bergerak maju mundur dengan kecepatan tertentu karena putaran poros motor penggerek disalurkan di samping roda . Ada tiga jenis roda yang digunakan pada traktor tangan, yaitu roda ban, roda besi, roda apung (roda sangkar / cage whell) . Roda ban berfungsi untuk transportasi dan mengolah tanah kering.Bentuk permukaan roda ban beralur agak dalam untuk mencegah slip . Roda ban dapat meredam getaran , sehingga tidak merusak jalan – jalan .Roda besi digunakan untuk pembajakan di lahan kering. Sirip pada roda besi akan menancap ke tanah, sehingga akan mengurangi terjadinya slip pada saat menarik bebab berat. Roda apung digunakan pada saat pengolahan tanah basah (Mugniesyah, 2006)
 .




III. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A.    Tempat dan waktu
            Pelaksanaan praktikum mengenai pengenalan alat dan mesin pertanian dilaksanakan pada tanggal 6 maret 2013,yang dilalkukan di ruangan laboratorium ekologi Universitas Sriwijaya Indralaya Sumatera Selatan.

B.     Alat dan bahan
        Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum pengenalan alat dan mesin pertanian adalah pensil . bolpoin dan penghapus.

C.     Metode praktikum / cara kerja
        Adapun cara kerja dari praktikum mengenai pengenalan alat dan mesin pertanian adalah sebagai berikut yang pertama adalah kita mencatat macam-macam alat dan mesin yang digunakan didalam pertanian modul praktikum beserta fungsinya masing-masing. Lalu kita menggambar alat dan mesin tersebut beserta bagian bagiannya dengan lengkap.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil
1.      ALAT PERTANIAN
  • Bajak (Plow)
Bajak merupakan alat pertanian yang paling tua, telah dipergunakan sejak 6000 th SM di Egypt. Pada awal mulanya bajak sepenuhnya ditarik oleh tenaga manusia, dengan bntuk yang sangat sederhana. Kemudian Thomas Jefferson merancang secara istimewa dengan prinsip perhitungan matematika. Untuk pertama kalinya alat pengolahan tanah ini dibuat dari kayu kemudian dari besi tuang sebagai bahan utamanya, selanjutnya dibuat dari baja.
Fungsi dari bajak adlah membantu petani untuk mengolah tanak sebagai pengganti dari pada cangkul , dengan adanya cangkul maka petani lebih dipermudah dalam pengerjaan lahan atau pun sawahnya.

  • Ani ani


Alat panen tradisional dari sejak jaman dahulu hingga kini masih tetap digunakan oleh para petani untuk memanen padinya. Alat ini sangat sederhana, yaitu ani-ani .Ani ani adalah alat panen tradisional yang menggunakan tangan dengan mengnggam padi yang hendak di panen. Alat ini tergolong sangat sederhana dan kalau menggunakan alat ini memanen padi memerlukan waktu yang cukup lama karena kita memanen dengan mengambil butir padi secara perlahan lahan. Dan fungsi dari ani ani ini adalh untuk alat bantu petani dalam panen.

  • Sabit


Sabit adalah alat pertanian yang cukup tua dan sangat tradisional juga. Alat ini palingsering digunakan oleh petani dalam memanen hasil sawahnya. Fungsi alat ini adalah membantu petani dalam memanen padi. Kelemahan dari alat ini adalah kapasitas hasil panennya yang cukup sedikit dan tidak efisien waktu juka lahan yang cukup luas.

  • Garu
Tanah setelah dibajak pada pengolahan tanah pertama, pada umumnya masih merupakan bongkah-bongkah tanah yang cukup besar, maka untuk lebih menghancurkan dan meratakan permukaan tanah yang terolah dilakukan pengolahan tanah kedua. Alat dan mesin pertanian yang digunakan untuk melakukan pengolahan tanah kedua adalah alat pengolahan tanah jenis garu (harrow). Penggunaan garu sebagai pengolah tanah kedua, selain bertujuan untuk lebih meghancurkan dan meratakan permukaan tanah hingga lebih baik untuk pertumbuhan benih maupun tanaman, juga bertujuan untuk mengawetkan lengas tanah dan meningkatkan kandungan unsur hara pada tanah dengan jalan lebih menghancurkan sisa-sisa tanaman dan mencampurnya dengan tanah.

  • Cangkul


Cangkul atau Pacul adalah satu jenis alat pertanian tradisional yang digunakan dalam proses pengolahan tanah pada lahan pertanian. Cangkul digunakan untuk menggali ataupun untuk meratakan tanah. Cangkul masih digunakan sehingga masa ini untuk menjalankan kerja-kerja menggali yang ringan di kebun ataupun di sawah. Alat ini merupakan elemen penting dalam bidang pertanian terutama pertanian ladang kering. Cangkul dibuat dari baja sehingga alat ini sangatlah kuat. Cangkul atau Pacul merupakan gabungan dari bawak dan pacul itu sendiri. Bawak merupakan bagian kepala atau bagian atas dari cangkul. Sedangkan pada bagian landepan atau bagian bawahnya sering kita sebut dengan pacul juga. Pada bagian kepala terdapat lubang yang berfungsi untuk dipasangi garan pacul atau sering disebut doran. Dengan dipasangnya doran akan mempermudah dalam menggunakan alat cangkul ini.

  1. MESIN PERTANIAN
  • Mesin reaper (mesin pemanen)
Seperti yang telah diterangkan dimuka bahwa mesin reaper ini bekerjanya adalah mengait rumpun padi, kemudian memotong dan selanjutnya dilempar kesebelah kanan mesin diatas permukaan tanah. Setiap lemparan terdiri dari 3-10 rumpun tanam padi tergantung dari jumlah alur pemotongan dari mesin. Untuk memudahkan pengangkutan ketempat perontokan biasanya diikat dulu atau dimasukkan kedalam karung agar tidak banyak gabah yang hilang karena rontok dari rantainya.


Mesin reaper dioperasikan oleh satu orang dan dibantu 2 orang untuk mengikat atau mengarungkan. Tenaga motor penggeraknya berkisar antara 2,5 sampai 3 Daya Kuda (DK). Kapasitas kerja dari reaper adalah antara 30-35 jam setiap hektar dengan satu alur pemotongan, sedangkan yang tiga alur pemotongan berkisar antara 18-20 jam tiap hektar.
       Kelemahan dari penggunaan dari mesin ini adalah bagi varietas padi yang mudah rontok, dimana akan banyak padi yang rontok akibat getaran atau perlakuan oleh mesin. Kelemahan lainnya adalah biaya awal yang tinggi, yaitu harga pembeliannya dan harga bahan bakar yang terus meningkat. Akan tetapi keuntungan-keuntungannya adalah sebagai berikut :
  1. Kapasitas kerjanya (jam/ha) tinggi.
  2. Hanya membutuhkan 2-3 orang untuk panen dalam 1 hektar.
  3. Biaya panen per hektar relatif lebih rendah dibandingkan dengan cara tradisional.
  4. Kehilangan gabah di sawah relatif lebih rendah bagi varietas padi yang sukar rontok.
  5. Dapat dimiliki kelompok tani secara koperasi.
·       Hand traktor
Traktor tangan (hand tractor) adalah sumber penggerak dari implemen (peralatan) pertanian. Biasanya traktor tangan digunakan untuk mengolah tanah. Namun sebenarnya traktor tangan ini merupakan mesin yang serba guna, karena dapat digunakan untuk tenaga penggerak implemen yang lain, seperti : pompa air, alat prosesing, trailer, dan lain-lain.

 

  • Mesin perontok
Mesin perontok adalah mesin yang digunakan oleh petani untuk merontokkan hasil dari tanaman mereka . biasanya mesin ini digunakan untuk merontokkan hasil panen yang berupa biji bijian yang tidak mudah hancur. Mesin ini sangat dibutuhkan untuk memanen hasil yang memiliki cakupan luas lahan yang besar dan juga mengefisiensikan waktu dan tenaga, mesin ini memiliki fungsi sebagai perontok hasil tanaman

  • Mesin penyemprot tanaman
Mesin penyemprot tanaman ini adalah mesin yang paling simple dan canggih karena hanya menggunakan mesin pompa untuk mempompa pupuk maupun pestisida yang di buat di tabung belakang. Mesin ini sangat diperlukan oleh para pemilik kebun yang memiliki lahan yang cukup luas karena mesin ini sangat mengefisiensikan kerja dan menghemat waktu dan biaya.


  • Traktor
Traktor ini merupakan bagian dari hand traktor bedanya ini cukup besar dan di kendarai oleh petani. Biasanya traktor tangan digunakan untuk mengolah tanah. Namun sebenarnya traktor tangan ini merupakan mesin yang serba guna, karena dapat digunakan untuk tenaga penggerak implemen yang lain. Traktor ini paling sering digunakan dalam mengolah tanah yang cukup luas supaya mengefisiensikan kerja kita .











B.     Pembahasan
         Dalam praktikum ini kita diajarkan untuk dapat mengenal alat dan mesin pertanian,dan apa kegunaan dari mesin dan alat pertanian tersebut, dimana alat dan mesin pertanian adalah alat atau mesin yang digunakan didalam kegiatan budidaya pertanian sehingga dapat membantu dan mempermudah proses budidaya dan meningkatkan kwalitas dan kwantitas hasil pertanian.
         Alat pertanian pada umumnya masih bersifat tradisional dan umumnya digunakan oleh para petani dengan areal pertanaman yang tidak terlalu luas. Sedangkan mesin pertanian merupakan alat pertanian yang sudar bersifat modern yang dapat digunakan oleh para petani dan perusahaan dengan areal pertanaman dengan skala lahan yang luas.
          Alat dan mesin pertanian di kelompokkan kedalan dua bagian besar yaitu alat dan mesin budidaya tanaman lalu alat dan mesin pengolahan hasil pertanian. Alat dan mesin budidaya pertanian adalah alat dan mesin yang digunakan untuk produksi tanaman dan ternak.contohnya adalah mesin tanam dan mesin panen, sedangkan alat dan mesin pengolahan hasil pertanian adalah alat dan mesin yang digunakan untuk menangani atau mengolah hasil tanaman atau hasil ternak. Contohnya mesin pengolah biji sawit.
Dibalik itu kita juga harus mengetahui apa kelebihan dan kekurangan dari alat dan mesin pertanian tersebut dan kita juga harus mengetahui yang mana lebih bagus digunakan dan juga mana yang tidak diperbolehkan digunakan dalam proses budidaya tanaman tersebut.
           Adapun kelebihan dari pada alat pertanian adalah yang pertaman dimana dia ramah lingkungan dan tidak merusak lingkungan lalu ini juga membuat terjalinnya kekeluargaan yang baik karena dalam mengolah lahan mungkin karena berkelompok jadi membuat suasana menjadi lebih bersahabat. Serta dengan menggunakan alat alat yang tradisional membuat banyak nya tenaga kerja yang diserap Karena kalau lahan yang luar maka membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Dibalik itu kita juga harus mengetahui kekurangan dari alat pertanian adalah yang pertama adalah kurang nya efisiensi kerja dan waktu yang cukup banyak terkuras untuk mengolah lahan yang luas serta kurang mengikuti perkembangan teknologi.
           Adapun kelebihan dari mesin pertanian adalah yang pertama adalah efisiensi kerja dan waktu serta tenaga yang dikeluarkan dan juga penghematan ekonomi karena memakai mesin lebih murah dibandingkan tenaga manusia. Dan adapun kelemahan dari mesin pertanian adalah dimana mesin pertanian mengeluarkan gas emisi yang merusak alam.





DAFTAR PUSTAKA

Anonima.,2011.Pengenalan Alat dan Mesin Pertanian. http://ictsleman.ath.cx/pustaka/
        pertanian/agro_industri_non_pangan/15_pengenalan_alat_dan_mesin_pertanian.pdf  
Anonimb.,2011.FungsiMesin Alat Pertanian.http:// mekanisasi. litbang. deptan. go.id.
         Diakses pada tanggal 7 maret Pukul 20.54.
Mugniesyah, Siti Sugiah M. 2006. Peranan Penyuluhan Pertanian dalam Pembangunan
          Pertanian .Bogor : IPB Press.
Mulyoto, dkk. 2002. Mesin-Mesin Pertanian. PT Graha persada : Jakarta.
Robbins,2005. CRC handbook of engineering in agriculture. Boka Raton .F1.CRC Press

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar